Ratu Es ☆
Cermin Dua Sudut
(Ratu Es)
Di pinggiran kota kimchi, Di sudut kota terdapat perkampungan kumuh dan kotor. Di sana terdapat gubuk kayu, yang pemiliknya adalah gadis cantik cerdas. Gadis itu sangat baik dalam bahasa maupun sikap. Gadis itu bernama Sun-Bi. "Sun-Bi apakah kamu menjual baju ini" sambil menyodorkan majalah ke Sun-Hi. "Tentu saja Yun-Dae" kata Sun-Bi. Sun-Bi adalah gadis penjual baju-baju KW.
"Di beli baju-baju murah dan trendi" kata Sun-Bi. Dia memang punya banyak pelangan di pinggiran kota kimchi. Sun-Bi selalu berharap bisa tinggal di rumah yang sangat besar di Kota Kimchi. Rumah keluarga Park adalah yang paling besar. Dia selalu membayangkan di layani dan di sayang oleh banyak orang.
Dagangan hari ini laku terjual semua saatnya pulang. Di saat Sun-Bi ingin berjalan pulang ia di tabrak oleh seorang pengendara mobil. Sun-Bi pun langsung terpental beberapa meter dari tempat dia berdiri. Orang-orang berdatangan Sun-Bi kehilangan kesadaran seseorang memangilkan Ambulan.
Sun-Hi masih memikirkan tentang permintaan kakeknya agar mencari Sun-Bi. "Selama ini aku kira kakek dan Da-Hee satu-satunya keluargaku, Selama ini juga kakek menyembunyikan kebenaran ini. Kenapa dia menyembunyikan ini?" Pikir Sun-Hi dalam hati. Sun-Hi termenung dan memikirkannya sendiri di dalam ruang kerjanya.
Keesokan harinya Sun-Hi memutuskan untuk mencari Sun-Bi. Dengan hati-hati memastikan agar Sun-Bi tidak di ketahui rekan bisnisnya sehingga tidak membahayakan nyawa Sun-Bi. "Sudah seharian kita mencarinya tetapi, aku belum bisa menemukanmu Sun-Bi. Kau ada di mana?" Kata Sun-Hi sambil memegang foto yang di berikan kakeknya.
Tiba-tiba saja mobilnya menanbrak seorang gadis seusianya. Sun-Hi melihat dan terduduk lemas. "Sun-Bi!! Pak supir cepat panggil ambulan!!" Kata Sun-Hi sambil memegang tangan Sun-Bi. Di dalam ambulan Sun-Hi ikut menemani
Sun-Bi. "Aku memang ingin bertemu denganmu, tetapi tidak dengan cara seperti ini" Sun-Hi untuk pertama kalinya meneteskan air mata.
(Bersambung)
(Ratu Es)
Di pinggiran kota kimchi, Di sudut kota terdapat perkampungan kumuh dan kotor. Di sana terdapat gubuk kayu, yang pemiliknya adalah gadis cantik cerdas. Gadis itu sangat baik dalam bahasa maupun sikap. Gadis itu bernama Sun-Bi. "Sun-Bi apakah kamu menjual baju ini" sambil menyodorkan majalah ke Sun-Hi. "Tentu saja Yun-Dae" kata Sun-Bi. Sun-Bi adalah gadis penjual baju-baju KW.
"Di beli baju-baju murah dan trendi" kata Sun-Bi. Dia memang punya banyak pelangan di pinggiran kota kimchi. Sun-Bi selalu berharap bisa tinggal di rumah yang sangat besar di Kota Kimchi. Rumah keluarga Park adalah yang paling besar. Dia selalu membayangkan di layani dan di sayang oleh banyak orang.
Dagangan hari ini laku terjual semua saatnya pulang. Di saat Sun-Bi ingin berjalan pulang ia di tabrak oleh seorang pengendara mobil. Sun-Bi pun langsung terpental beberapa meter dari tempat dia berdiri. Orang-orang berdatangan Sun-Bi kehilangan kesadaran seseorang memangilkan Ambulan.
Sun-Hi masih memikirkan tentang permintaan kakeknya agar mencari Sun-Bi. "Selama ini aku kira kakek dan Da-Hee satu-satunya keluargaku, Selama ini juga kakek menyembunyikan kebenaran ini. Kenapa dia menyembunyikan ini?" Pikir Sun-Hi dalam hati. Sun-Hi termenung dan memikirkannya sendiri di dalam ruang kerjanya.
Keesokan harinya Sun-Hi memutuskan untuk mencari Sun-Bi. Dengan hati-hati memastikan agar Sun-Bi tidak di ketahui rekan bisnisnya sehingga tidak membahayakan nyawa Sun-Bi. "Sudah seharian kita mencarinya tetapi, aku belum bisa menemukanmu Sun-Bi. Kau ada di mana?" Kata Sun-Hi sambil memegang foto yang di berikan kakeknya.
Tiba-tiba saja mobilnya menanbrak seorang gadis seusianya. Sun-Hi melihat dan terduduk lemas. "Sun-Bi!! Pak supir cepat panggil ambulan!!" Kata Sun-Hi sambil memegang tangan Sun-Bi. Di dalam ambulan Sun-Hi ikut menemani
Sun-Bi. "Aku memang ingin bertemu denganmu, tetapi tidak dengan cara seperti ini" Sun-Hi untuk pertama kalinya meneteskan air mata.
(Bersambung)
Komentar
Posting Komentar