Ratu Es

                                                         Ratu Es
          Di saat mentari masih bersembunyi, Sun-Hi telah memulai aktifitasnya sebagai CEO Perusahaan ternama Korea Selatan. Sun-Hi memiliki perusahaan besar dan di takuti oleh Beberapa perusahaan yang ada di Asia. Sun-Hi tidak mempunyai orang tua maupun saudara, Sun-Hi di besarkan oleh kakeknya. Didikan kakeknya itu membuat Sun-Hi menjadikanya gadis yang kejam egois dan dingin.
           "Apa ini!!" Suara bentakan seorang gadis dari ruang rapat. "I...ni a...dala..h ha...sil pen...jual...an pro...duk ki...ta Pre...sdir" kata manager perusahaan.
"Apa kalian tidak bisa lebih baik lagi dalam menjual produk" bentak Sun-Hi. Setelah beberapa saat perdebatan, Sun-Hi pun keluar dengan wajah yang marah.
           Waktu makan siang pun tiba, Sun-Hi tetap memikirkan hasil rapat. Hingga suara pelan memangilnya "Sun-Hi ayo makan!!, masalah kantor bisa belakangan " sambil tersenyum Da-Hee mendekatinya. Da-Hee adalah teman sekaligus sahabat Sun-Hi satu-satunya. Da-Hee seperti adik bagi Sun-Hi sehingga apa pun yang di perintahkan Da-Hee pasti akan Sun-Hi lakukan.
           Mereka pun mencari beberapa restoran terkenal, Namun Da-Hee menolak dan meminta Sun-hi agar ia mau memakan makanan yang ada di pinggiran jalan dekat kantor. Mereka pun memilih beberapa gorengan yang ada di pinggir jalan. Ketika Sun-Hi ingin membawa makanan dia di tabrak oleh pejalan kaki membuatnya marah dan hampir menghina pejalan kaki itu dengan kata-kata kasar. Da-Hee yang melihat berusaha menegahi kejadiaan tersebut. Sun-Hi yang dari awal telah memiliki mood yang jelek berusaha meredam dan mengontrol emosinya. Sun-Hi yang semula ingin makan siang berubah menjadi rasa lelah karena emosi.
          Malam pun tiba, Sun-Hi telah berada di rumahnya. Entah mengapa rasa kantuknya kian besar hingga dia tertidur. Setiap hari dia memimpikan suatu ruang kosong dan sebuah mobil yang hangus terbakar. Pagi pun tiba saat ia ingin berangkat kerja sang kakek melarangnya dan menyuruhnya untuk datang ke kamar kakeknya. Sang kakek menunjukkan sebuah foto bayi. Gambar 2 bayi, bayi itu kembar. Di balik foto bertuliskan Sun-Hi dan Sun-Bi. Selama ini Sun-Hi hanya mengetahui kakek dan Da-Hee sebagai keluarganya, Namun saat dia mengetahui bahwa ia memiliki kembaran hal Ini membuatnya menjadi senang sekaligus sedih. Sang kakek memerintahkan Sun-Hi untuk mencari dan menemukan Sun-Bi.

                   (Bersambung)

Komentar

Postingan Populer